Kamis, 13 Oktober 2016

SESI#7



E-Journal  dan e-Book Sebagai Layanan Open Access di Perpustakaan Perguruan Tinggi

Era Teknologi Informasi saat ini membawa dampak terhadap berbagai aspek kehidupan masyarakat dan institusi termasuk penerbitan jurnal dan buku yang tidak selalu dalam bentuk tercetak tetapi dalam bentuk elektronik online sehingga dapat diakses darimanapun dan kapanpun saja. Perpustakaan perguruan tinggi sebagai jantungnya sebuah institusi pendidikan tinggi dan sebagai pusat penelitian dituntut dapat semaksimal mungkin dapat menyediakan sumber-sumber informasi/ literature yang relevan sehingga mampu menunjang seseorang peneliti dalam penelitianya maupun bagi mahasiswa dalam menyelesaikan tugas kuliahnya.
E-Journal dan e-book merupakan salah satu layanan open access yang disediakan oleh subuah institusi perpustakaan karena definisi open access adalah publikas yang dapat diakses bebas melalui internet dan dapat di-kopi, download, dan didistribusikan untuk kepentingan/ keperluan yang tidak melanggar ketentuan hukum [menurut Ida Fajar dalam kuliah Isu-isu kontemporer informasi]. Pemustaka dapat memanfaatkan jurnal kapanpun dibutuhkan dan langsung meyimpanya di dalam filenya secara gratis.
Journal elektronik merupakan jurnal yang dapat menggantikan jurnal tercetak yang telah dikembangkan dan dimanfaatkan selama beberapa abad yang lalu ke dalam bentuk elektronik karena adanya berbagai keunggulan yang ditawarkan yaitu dimana semua aspek (penyiapan, review, penerbitan dan penyebaran) dilakukan secara elektronis. Untuk menemukan artikel yang diinginkan, misalnya akan lebih cepat dibandingkan dengan jurnal tercetak karena pengguna tidak harus menelusurnya terlebih dahulu melalui berbagai sarana penelusuran. Kemutakhiran informasinya pun lebih tinggi karena jurnal elektronis biasanya terbit lebih dulu dibanding versi tercetaknya sehingga informasinya lebih cepat dimanfaatkan pengguna dengan mudah.
Kebutuhan mahasiswa terhadap e-jurnal laksana dua sisi mata uang yang tidak dapat dipisahkan. Jurnal dan/atau e-journal merupakan medium bagi mahasiswa untuk memperoleh ilmu pengetahuan dan juga untuk mempublikasikan karya pada masyarakat terutama masyarakat akademik. Demikian juga dengan e-book, banyak pengguna menggunakan e-book untuk keperluan dalam pembelajaran dan penelitian, seperti contoh pada University of Illinois at Urbana-Champaign,  disebutkan bahwa “78 percent of users said they use eBooks for research while 56 percent reported using eBooks for study, but only 10 percent mentioned teaching or leisure.“


Sumber: eBooks – The End User Perspective. springer.com

E-book dan e-journal yang sering dimanfaatkan oleh pengguna dalam mencari literature atau bahan kuliah diataranya Springer, Ig Publishing, Wiley, e-brary, Emerald insight, Proquest, Scopus, Info trac, IEEE, Asce, Asme, Scopus,j-stor, Science Direct, Aps physics, Ebsco, Agrivita, ClinicalKey, dll. Namun yang terjadi di perguruan tinggi belum optimal dalam pemanfaatannya, berbagai cara dan upaya telah dilakukan yaitu sosialisasi e-journal dengan berbagai cara, pustakawan bahkan secara langsung masuk ke dalam kelas mahasiwa untuk memberikan pemahaman tentang pentingnya dan manfaatnya menggunakan e-journal demi menunjang proses belajar mengajar dengan optimalisasi akan semakin baik.
Dewasa ini yang berkembang adalah e-journal terbitan asing lebih mudah didapatkan daripada journal terbitan dalam negeri padahal harganya jauh lebih mahal, namun karena tuntutan kebutuhan demi peningkatan kinerja dalam upaya untuk memenuhi kebutuhan penggunanya perpustakaan perguruan tinggi tidak tanggung-tanggung melanggan koleksi elektronik (e-collections) seperti e-books, dan e-journals. Jadi sangat disayangkan apabila kita sebagai masyarakat informasi akademisi di sebuah institusi tidak memanfaatkan fasilitas yang disediakan oleh perpustakaan, karena banyak manfaat yang kita peroleh dengan menggunakan e-journal maupun e-book diantaranya;
o   Menambah pengetahuan akademisi
o   Meningkatkan dan menumbuhkan minat baca
o   Memudahkan akses informasi dan publikasi ilmiah secara luas
o   Meningkatkan webometrics intitusi perpustakaan yang akan secara otomatis meningkatkan rangking perguruan tinggi
o   Memudahkan mencari literature sebagai bahan kuliah maupun bahan penulisan ilmiah maupun tesis
o   Membuka wacana secara luas dengan mengadopsi hasil penelitian dari luar negeri
o   Lebih efisien dan efektif dalam pengaksesan jurnal
Melalui internet, pengguna dapat mengakses  artikel-artikel jurnal ilmiah secara full-text dan/atau abstraknya saja, di samping itu, publikasi dalam format elektronik online memungkinkan dapat diakses tanpa batas ruang dan waktu, sehingga layanan open access di perpustakaan dapat dimanfatkan oleh seluruh civitas akademika di perguruan tinggi tanpa terkecuali.



DAFTAR PUSTAKA

Andi Murniati. 2012. Pemanfaatan e-journal dan e-book oleh Mahasiswa di Lingkungan Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN SUSKA Riau.  

Ibnu Rusydi. 2014. Pemanfaatan E-Journal Sebagai Media Informasi Digital dalam Jurnal Iqra’ Volume 08 No.02 Oktober 2014.

 
Ida Fajar Priyanto.2016.Mata Kuliah Isu-isu Kontemporer Informasi dalam Kebutuhan dan Perilaku Informasi.Yogjakarta:MIP UGM.


Rabu, 05 Oktober 2016

Sesi #6



Information Overload


Informasi adalah pesan atau kumpulan pesan yang telah diolah menjadi bentuk data, sehingga dapat menjadi lebih berguna dan dapat digunakan oleh siapa saja yang membutuhkan data-data tersebut sebagai pengetahuan ataupun dapat digunakan dalam pengambilan keputusan. Seiring dengan perkembangannya informasi terus mengalami perubahan yang sangat berarti karena dibarengi dengan perkembangan teknologi informasi atau yang biasa kita kenal dengan perkembangan teknologi informasi [TIK]. Saat ini, jarak dan waktu seakan tidak lagi menjadi halangan dalam berkomunikasi. Orang yang berada di pulau yang berbeda bahkan negara yang berbeda kini sudah mampu melakukkan komunikasi bahkan mampu ditampilkan secara visual. Salah satu hal yang sedang menjadi trend saat ini adalah kegiatan yang berbasis internet dan elektronik.
Beberapa contoh pemanfaatan TIK diantaranya adalah e-learnig, e-banking, e-library, e-labolatory, e-mail dan sebagainya. E-library juga sudah mengalami perkembangan yang sangat pesat dimana muncul e-journal dan e-book yang sangat dibutuhkan oleh mahasiswa, aktivitas-aktivitas berbasis elektronik ini sudah pasti sangat membantu kegiatan dan pekerjaan manusia. Dengan hal tersebut di atas, dimensi ruang dan waktu tidak lagi menjadi hambatan. Selain itu,proses pengolahan data pun semakin cepat dan efisien, informasi apapun dapat dengan mudah untuk kita dapatkan.
Seiring perkembangan perkembangan teknologi informasi [TIK], social media menjadi trend yang sangat fenomenal saat ini karena saat ini kita terhipnotis dengan adanya chatingan, wa an, bbm a, video call an, dan sudah jarang lagi menggunakan sms ataupun telepon. Bahkan sekarang batrei hp kita menjadi cepat habis karena banyaknya iformasi yang masuk ke hp kita dalam hitungan detik dan kita sekarang sudah tidak bisa hidup lagi tanpa adanya sinyal, coba kita banyangkan apa yang akan terjadi seandainya kita berada di pantai atau gunung yang tidak ada sinyal kita pasti akan merasa cemas dan was-was karena kita akan ketinggalan informasi.
Sehingga hal ini menimbulkan information overload dan lost in space. Information overload adalah pemberian informasi yang berlebihan jumlahnya, sehingga menyulitkan pengguna dalam memperoleh kebenaran dari informasi yang dibutuhkan. Lost in space yaitu kehilangan informasi yang seharusnya didapatkan oleh pengguna karena banyak informasi yang kurang relevan.
Di dalam dunia kerja sangat sering kita jumpai kondisi information overload dimana seseorang menjadi lebih sulit untuk memahami masalah dan membuat keputusan karena terlalu banyak informasi yang diserap. Hal ini sering kita jumpai ketika pekerjaan kita dikejar target dan informasi yang kita dapatkan sangat banyak sehingga tanpa kita sadari kita akan melakukan kesalahan yang tanpa kita sengaja, bahkan dalam rutinitas kehidupan sehari-haripun tak lepas dari kondisi information overload sebagai contoh:
1.      Ketika di kantor mau diadakan acara seminar nasional banyak sekali persiapan yang harus dipersiapkan mulai dari pemateri, audien, komsumsi, acara, dll. Saat mendekati hari H sangat banyak sekali informasi yang masuk ke dalam pikiran kita yang mengakibatkan information overload sehingga tanpa kita sadari kita salah membuat undangan, padahal hanya sepele yang salah yaitu Kop Suratnya namun kesalahan ini akan sangat fatal akibatnya kalau tidak ada control.
2.      Setiap hari hp kita masuk file baik berupa gambar maupun video, yang mengakibatkan banyak sekali informas yang kita dapatkan yang kadang tidak ada gunanya bagi kita dari wa maupun bbm, dan hal ini akan menambah pekerjaan kita karena kita akan menghapus file-file tersebut karena kita menganggap hal itu adalah informas sampah.
3.      Ketika kita sedang berbelanja di supermarket tujuan dari rumah kita akan membeli barang yang sangat penting misal barang A, tetapi ketika kita sampai di supermarket kita berbelanja sambil wa an, bbm an yang mengakibatkan banyak sekali informasi yang masuk ke dalam fikiran kita sehingga menimbulkan information overload sehingga barang yang sangat kita butuhkan harus kita beli malah kelupaan tidak kebeli.
Banyaknya informasi yang didapat dari berbagai sumber menyebabkan adanya Information Overload. Karena adanya information overload, kita dituntut untuk dapat memilih-milih informasi mana yang berguna dan bermanfaat bagi kita yaitu dengan menyaring informasi yang masuk dalam fikiran kita apakah informasi tersebut bermanfaat bagi kita ataupun tidak.
DAFTAR PUSTAKA

Priyanto, Ida Fajar. 2016.  Memory, cognition, & disruptive technology : information overload, Materi Kuliah Isu-isu Kontemporer Informasi. Yogyakarta: Program Studi Kajian Budaya dan Media Minat Studi Manajemen Informasi dan Perpustakaan UGM.

Senin, 26 September 2016

Tuga Sesi 5 dan 6

Power Shift: Media Social Memperkuat Masyarakat, Mempererat Jaringan

  
Media Sosial [Social Media] adalah saluran, alat, atau sarana pergaulan social secara online di dunia maya [internet]. Para pengguna [user] media social berkomunikasi, berinteraksi, saling kirim pesan, dan saling berbagi [sharing], dan membangun jaringan [networking]
Andreas Kaplan dan Michael Haenlein mendefinisikan media sosial sebagai "sebuah kelompok aplikasi berbasis internet yang membangun di atas dasar ideologi dan teknologi Web 2.0 , dan yang memungkinkan penciptaan dan pertukaran user-generated content" (Kaplan, Andreas M.; Michael Haenlein [2010] "Users of the world, unite. The challenges and opportunities of Social Media". Business Horizons 53(1): 59–68).
Media social yang popular digunakan di Indonesia sekarang ini adalah facebook, youtube, blog, line, twitter, whatsapp, wechat, dll, dengan adanya Power Shift menurut Ida Fajar masyarakat dapat mengontrol informasi sehingga informasi yang diterima menjadi pengalaman-pengalaman yang bisa secara luas di-share online.
Media sosial dapat menghasilkan manfaat yang besar bagi masyarakat, praktik demokrasi di Indonesia telah diperkaya oleh perkembangan media jejaring social, Media sosial juga memungkinkan semua orang untuk bebas berekspresi, berbicara, termasuk mengkritik langsung dan secara terbuka terhadap kebijakan pemerintah maupun fenomena-fenomena yang terjadi di masyarakat.
Contoh Power Shift yang dapat diikuti dan dipantau oleh masyarakat :
1.     Kasus korupsi para pejabat
Setiap ada kasus korupsi para pejabat yang merebak di masyarakat selalu membuat cerita tersendiri bagi masyarakat karena segala informasi dapat dengan mudah diperoleh sehingga masyarakat dapat mengontrol kinerja pemerintahan dilihat dari cepat atau lambatnya masalah tersebut diatasi.
2.     Kasus meninggalnya Engeline
Kasus meninggalnya Engeline anak angkat dari salah satu keluarga di Bali sangat menyita perhatian publik, karena sangat peliknya masalah ini, dengan adanya media social dan keprihatinan masyarakat akhirnya kasus ini menjadi besar dan terbongkar kematian anak malang Engeline dibunuh oleh ibu angkatnya sendiri. Dengan adanya power shift memberikan kekuatan bagi pihak yang lemah karena akan mendapatkan simpati dan dukungan dari berbagai pihak dalam kasus ini sangat terlihat ormas-ormas pendukung Engeline, dan muncul pertarungan pengacara ternama di Indonesia yaitu Hotma Sitompul [terdakwa] dengan Hotman Paris [korban].
3.     Kasus Mario Teguh
Saat ini belum terbukti mana kebenaran yang sesungguhnya apakah Ario Kiswinar adalah anak kandung dari seorang motivator ternama di negeri ini yaitu Mario Teguh atau bukan karena masih dalam proses mencari bukti, dan masyarakat diajak untuk terus mengikuti perkembangan kasus ini karena di setiap infotaiment pasti muncul berita ini dan juga di sosmed seperti line, facebook.
4.     Kasus pelecehan seksual dan KDRT
Akhir-akhir ini muncul kasus pelecehan seksual dan KDRT karena berkembangnya sosmed yang terus berubah dalam hitungan detik, sehingga kasus-kasus yang berasal dari pelosok pun akan cepat tersebar, dan hal ini hendaknya menjadi perhatian penting bagi pemerintah untuk segera mengatasi hal ini karena yang menjadi korban kebanyakan adalah wanita, dan wanita adalah tiang negara, kalau wanita dilecehkan akan bagaimana nasib negara ke depan.
5.     Jual beli barang online
Kita dapat dengan mudah menemukan barang yang kita inginkan melalui internet karena sudah banyak sekali website yang memfasilitasi kemudahan jual beli online, tidak perlu pergi ke toko/ mall barang yang kita inginkan mudah sekali didapatkan dan harganyapun kadang relative lebih murah, kalau kita dapat mengambil peluang bisnisnya melalui sosmed kita dapat mempererat jaringan bisnis jual beli barang secara online, dan hal ini sangat memberikan peluang bisnis yang bagus kalau kita mau menekuninya.
Dengan adanya Media Sosial [Social Media] akan memudahkan komunikasi dan penyebaran informasi, segala sesuatu yang kita inginkan dan butuhkan sudah tersedia di dalam internet, sehingga orang tidak akan kesulitan lagi untuk mendapatkan informasi yang diinginkan, namun kita juga harus dengan bijak dan hati-hati dalam menggunakan media social agar tidak terjadi #selfiefail. Hal yang paling penting dengan adanya Power Shift kita sebagai masyarakat akan dapat selalu mengontrol keadaan politik, ekonomi, budaya dan hal lainya di dalam masyarakat bernegara, bahkan sekarang banyak sekali persidangan suatu kasus yang open/ dapat dilihat langsung oleh masyarakat dan disiarkan di stasiun televisi, sehingga pera Power Shift dalam media sisial memperkuat masyarakat dan mempererat jaringan akan terwujud secara maksimal.

DAFTAR PUSTAKA
Priyanto, Ida Fajar. 2016.  Disruptive technology,IoT and IoE, Materi Kuliah Isu-isu Kontemporer Informasi. Yogyakarta: Program Studi Kajian Budaya dan Media Minat Studi Manajemen Informasi dan Perpustakaan UGM.
https://id.wikipedia.org/wiki/Media_sosial, Minggu 25 Sptember 2016.